Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2019

Angka Stunting Turun Menjadi 30,8%

Sumber Gambar
Angka stunting atau kekerdilan pada bayi di bawah lima tahun akibat gizi buruk mengalami penurunan menjadi 30,8 persen. Angka itu menurun sekitar 6,4 persen dari lima tahun sebelumnya. Penurunan angka stunting tersebut didapat dari hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 yang diungkapkan Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek dalam acara Forum Merdeka Barat 9 di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10). "Angka stunting pada Riskesdas 2013 37,2 persen turun menjadi 30,8 persen pada 2018," ujar Nila, melansir ANTARA. Sementara angka kekerdilan pada usia bayi di bawah dua tahun berada di angka 29 persen. Nila mengatakan, penurunan angka kekerdilan ini merupakan hasil dari upaya yang telah dilakukan pihaknya bekerja sama dengan sektor-sektor lain, seperti Kementerian PUPR dalam penyediaan akses sanitasi dan air bersih. "Termasuk Kementerian Agama untuk menekan angka pernikahan dini. Karena stunting juga berkorelasi dengan penyakit tidak menular," ujar Nila. Riskesdas 2018 sendiri dilakukan atas kerja sama Kemenkes dengan Badan Pusat Statistik. Sebelumnya, hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017, angka kekerdilan pada anak berada di angka 27 persen. Namun, PSG hanya menggunakan sampel dalam lingkup yang lebih kecil.


Sumber : cnnindonesia

Selasa, 12 November 2019

STOMATITIS (SARIAWAN)

Stomatitis atau yang biasa dikenal dengan sariawan berasal dari Bahasa Yunani, stoma yang berarti mulut dan itis yang berarti inflamasi (radang). Stomatitis adalah inflamasi lapisan mukosa dari struktur apa pun pada mulut; seperti pipi, gusi (gingivitis), lidah (glossitis), bibir dan atap atau dasar mulut. Kata stomatitis sendiri secara bahasa berarti inflamasi pada mulut. Inflamasi dapat disebabkan oleh kondisi mulut itu sendiri (seperti oral hygiene yang buruk, susunan gigi yang buruk), cedera mulut akibat makanan atau minuman panas, atau oleh kondisi yang memengaruhi seluruh tubuh (seperti obat-obatan, reaksi alergi, atau infeksi).

Sumber Gambar

Gejala dan Penyebab Stomatitis
Stomatitis ditandai dengan luka yang muncul di dalam mulut. Luka tersebut umumnya berwarna putih dan dapat membengkak. Gejala stomatitis yang muncul biasanya tidak parah dan dapat pulih tanpa pengobatan medis dalam waktu satu hingga dua minggu
Stomatitis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:
  • Kondisi medis tertentu, infeksi virus.
  • Cedera pada lapisan dalam mulut.
  • Efek samping dari obat atau metode pengobatan.
  • Perubahan hormon dan beberapa faktor lainnya.
Pengobatan Stomatitis
Stomatitis umumnya dapat pulih dengan sendirinya. Akan tetapi, penderita dapat melakukan penanganan secara mandiri untuk mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan yang dialaminya seperti menggunakan sedotan, mengindari pemicu sariawan, dan menghindari makanan yang pedas.
Jika pengobatan mandiri tidak dapat menangani stomatitis, maka dokter dapat memberikan penderita obat pereda nyeri, obat kortikosteroid, obat antimikroba dan obat-obatan lainnya sesuai dengan kondisi pasien.

Pencegahan Stomatitis
Stomatitis dapat dicegah dengan beberapa cara, di antaranya:
  • Menjaga kebersihan mulut.
  • Memeriksakan kondisi gigi dan mulut secara teratur ke dokter gigi.
  • Berhenti merokok.
  • Melakukan kegiatan penunjang untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi.

Sumber : wikibuku, alodokter
               


PERIODONTITIS DAN GEJALANYA

Periodontitis adalah infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang penyokong gigi. Periodontitis disebut juga dengan penyakit gusi. 
Pada dasarnya, periodontitis muncul sebagai kelanjutan dari gingivitis yang sudah parah. Pada orang dengan periodontitis, lapisan bagian dalam dari gusi dan tulang menjauh dari gigi-gigi dan membentuk kantong-kantong (pockets). Ruang-ruang kecil ini antara gigi-gigi dan gusi-gusi mengumpulkan puing-puing (kotoran) dan dapat menjadi terinfeksi. Sistem imun tubuh melawan bakteri-bakteri ketika plaque menyebar dan tumbuh di bawah garis gusi.
Racun-racun yang dihasilkan oleh bakteri-bakteri dalam plaque serta enzim-enzim tubuh yang “baik” yang terlibat dalam memerangi infeksi-infeksi mulai mengurai tulang dan jaringan penghubung yang memegang gigi-gigi pada tempatnya. Ketika penyakitnya berlanjut, kantong-kantong (pockets) mendalam dan lebih banyak jaringan gusi dan tulang yang dirusak. Ketika ini terjadi, gigi-gigi tidak lagi tertanam pada tempatnya, mereka menjadi lebih kendur, dan kehilangan gigi terjadi. Penyakit gusi, nyatanya, adalah penyebab utama yang memimpin terjadinya kehilangan gigi pada kaum dewasa.
Sumber Gambar

Gejala yang tampak ketika melakukan pemeriksaan gigi akibat terjadinya gangguan periodontitis antara lain:
  1. Perdarahan gusi. Infeksi dan peradangan pada gusi bisa memicu terjadinya perdarahan pada gusi.
  2. Perubahan warna gusi. Perubahan warna gusi disebabkan oleh aktifitas bakteri anaerob dalam kantung gusi atau bisa juga disebabkan infeksi pada jaringan akar gigi.
  3. Bau mulut. Bau mulut atau halitosis disebabkan aktivitas kuman dan bakteri atau bisa juga dipicu oleh pembusukan sisa makanan pada kantong kuman.
  4. Pada pemeriksaan mulut dan gigi, gusi tampak bengkak dan berwarna merah keunguan.
  5. Akan tampak endapan plak atau karang gigi di dasar gigi disertai kantong yang melebar pada gusi.

               



KARANG GIGI


KARANG GIGI



Sumber Gambar
Karang gigi atau kalkulus gigi adalah timbunan plak gigi yang mengeras dan tumbuh sedikit demi sedikit. Awalnya, plak gigi terbentuk ketika bakteri dalam mulut bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan. Biasanya karang gigi timbul karena sikat gigi yang kurang bersih. Jika tidak dibersihkan, maka plak tersebut dapat menyebabkan karang gigi.
Pada dasarnya gigi mempunyai kemampuan untuk membersihkan melalui air liur, tetapi pada gigi yang sudah banyak sekali karang giginya kemampuan ini akan menurun. Karena kemampuan tersebut menurun, maka bakteri akan lebih mudah menempel pada gigi dan pada akhirnya akan menyebabkan karies gigi (gigi berlubang) yang berujung pada kerusakan gigi.
Untuk membersihkan karang gigi hanya bisa dilakukan dengan alat yang disebut skeler periodontal. Proses membersihkan dengan skeler ini dinamakan penskeleran gigi yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi.
Karang gigi dapat menyebabkan gigi goyang dan mudah tanggal karena penurunan gusi, gusi bengkak, gusi berdarah terutama saat menyikat gigi, dan halitosis(bau mulut), serta karang gigi dapat menyebabkan gigi berlubang. Sumber : wikipedia